0

Di dalam pasar modal, produk investasi memang tidak hanya saham, ada obligasi dan reksa dana.

Tentu obligasi berbeda dengan saham.

obligasi bisa kita sebut sebagai surat utang dan imbalannya adalah bunga dalam periode tertentu.

secara sederhana kita bisa mengartikan bahwa reksa dana adalah sekumpulan dari banyak orang yang memiliki modal akan dikelola oleh manajer investasi.

Dan sekumpulan dana tersebut akan diinvestasikan ke dalam instrumen saham atau instrumen lainnya.

Namun sayangnya di luar sana masih banyak masyarakat yang menanyakan.

“Apakah saham adalah investasi bodong?”

“Apakah menaruh uang di pasar modal itu aman?”

“Kalau uang saya hilang bagaimana?”

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang meragukan keamanan maupun kelegalan dalam berinvestasi di pasar modal.

Hal itu wajar saja karena tidak dipungkiri khusus investasi bodong.

Di luar sana sudah mulai merambah dan memakan banyak korban, sehingga membuat orang menjad lebih hati-hati.

Untuk memutuskan berinvestasi dalam instrumen apapun, apalagi investasi menyangkut soal uang.

Jadi wajar bagi orang yang belum siap dengan yang namanya risiko.

Pasti akan cenderung merasa takut. Jika anda melihat struktur pasar modal di Indonesia,

maka Anda akan paham bahwa berinvestasi di Pasar modal itu langsung di awasi OJK, BEI, KPEI, KSEI, dan lembaga penunjang lainnya.

maka Anda akan paham bahwa berinvestasi di Pasar modal itu langsung di awasi OJK, BEI, KPEI, KSEI, dan lembaga penunjang lainnya.

Otoritas jasa keuangan

Tugas OJK yaitu melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan.

Sektor pasar modal dan sektor industri keuangan non bank.

Bursa Efek Indonesia

BEI secara resmi didirikan pada tanggal 13 Juli 1992.

Tujuan BEI didirikan yaitu untuk menyelenggarakan perdagang­an Efek di pasar modal Indonesia yang teratur, wajar, dan efisien.

Pemegang saham BEI terdiri dari Perusahaan Efek yang telah memperoleh izin usaha sebagai Perantara Peda­ gang Efek, kita bisa menyebutnya sebagai Anggota Bursa (AB).

Lembaga penunjang juga terdiri dari banyak jenis. Salah satunya adalah Kustodian. Apa itu bank Kustodian? Apa fungsi bank Kustodian?

Bank Kustodian adalah lembaga penunjang yang berfungsi sebagai tempat menyimpan aset investasi (saham, dividen, obligasi, reksa dana, dan lain­lain).

Apa beda Bank Kustodian dan Bank?

Bank adalah tempat menghimpun dana dan pemberi kredit kepada masyarakat (pengusaha),

sedangkan Bank Kustodian hanya bertugas sebagai tempat penyimpanan segala hal yang berhubungan dengan aset investasi.

Lalu bagaimana jika sebuah bank yang merupakan ang­ gota bank Kustodian mengalami kebangkrutan, apakah aset investor akan hilang?

Tidak, hal ini disebabkan fungsi bank dan bank kustodian berbeda.

Aset milik investor yang ter­ simpan di bank Kustodian tidak tercatat sebagai aset milik bank melainkan hanya simpanan sementara seperti SDB (Safe Deposit Box) aman dari ancaman kebangkrutan bank.

Apa itu KPEI dan KSEI?

KPEI dan KSEI adalah lembaga penjaminan, bertujuan untuk menentukan bahwa setiap anggota,

kliring (AK) mengetahui hak dan kewajiban yang harus diselesaikan pada tanggal penyelesaian,

artinya KPEI bertugas untuk memastikan kecukupan dana dan penyele­ saian transaksi selama T+3 di BEI. Berdasarkan KSEI.co.id,

KSEI adalah lembaga penyedia jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi efek yang teratur,

wajar dan efisien, artinya KSEI menjamin keamanan hak pemegang dalam pencatatan transaksi efek oleh investor.

Setelah Anda berhasil membeli saham, maka saham Anda tidak disimpan sendiri,

disimpan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Setiap investor saham pemula atau baru, akan dibuatkan nomor akun KSEI dan mendapatkan Kartu Acuan Kepemi­ likan Sekuritas (AKSes).

Kartu AKSes ini digunakan untuk mengecek portofolio saham yang Anda miliki,

sehingga Anda dapat memantau saham untuk melakukan deteksi dini.

jika memang ada penyalahgunaan dari saham maupun dana yang Anda miliki tanpa persetujuan dari Anda.

Pengecekan ini dapat dilakukan melalui website KSEI atau dapat melalui smartphone menggunakan aplikasi AKSes mobile.

Selain kedua hal tersebut, pemerintah juga melakukan upaya untuk melindungi dana yang Anda miliki.

Dengan dibentuknya Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF), dengan nama PT Penyelenggara.

Melaui P3IEI, pe­ merintah akan memberikan ganti rugi kepada investor yang menjadi korban dari kecurangan sekuritas, bukan dari ke­ rugian transaksi pribadi.

Namun ganti rugi ini tidak secara langsung diberikan, tapi harus menunggu surat edaran dari OJK.

memastikan klaim kerugian yang kita dapatkan memang sudah selayaknya mendapatkan ganti rugi.

Jadi, apakah Anda masih meragukan keamanan dan ke­ legalan berinvestasi di pasar modal, khususnya saham?

Seka­rang yang perlu Anda lakukan hanyalah fokus dengan dana yang Anda investasikan di saham maupun instrumen lainnya di pasar modal.

memikirkan bagaimana caranya mem­buat aset Anda bertumbuh di dalamnya tanpa harus merasa takut lagi.


Like it? Share with your friends!

0
fawazid

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *