0

Kita pasti merasa rugi kalau waktu di dunia yang sementara ini tidak kita maksimalkan untuk beribadah kepada allah.

Bagaimana agar hari-hari yang kita lalui bisa kita manfaatkan secara maksimal untuk beribadah kepadanya? Salah satu jalan yang paling baik adalah menikah. Kok, menikah? Ya. Karena, menikahlah! Rumah tangga adalah satu ladang amal shaleh.

Kita mungkin akan mendapatkan pasangan yang tak semua keunggulannya sama dengan keunggulan yang kita miliki, termasuk dalam hal ilmu dan beribadah.

Ini rahasianya. Kita dan pasangan kita akan saling mengisi. Misalnya, selepas subuh sang suami membacakan makna dan tafsir alquran untuk istrinya. Di lain waktu, sang istri bisa membantu memperbaiki hafalan alquran sang suami. Indah, kan?

Atau, sang istri mengajak sang suami membaca zikir pagi dan petang hari, serta mengingatkan pasangannya itu untuk shalat duha, karena memang itulah yang menjadi perhiasannya sejak dulu.

Sementara sang suami mengajak istri makan sahur, berpuasa, dan bersedekah, sebab itulah yang menjadi amal unggulannya sejak masih muda.

Kelak, setelah kita menikah, berlomba-lomba dalam kebaikan. Perlombaan yang penuh dengan berkah! Dalam satu pekan, siapa yang lebih sering membangunkan pasangannya pada sepertiga malam yang terakhir. Apakah kecupan bidadari dengan wajah yang segar selepas wudhu dan shalat, atau belaian hangat sang pangeran yang tubuhnya harum dan berbalut busana putih? Semoga salah satu dari keduanya, bukan yang lain. Yang lain?

Rasulullah bersabda, “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam, lalu mengerjakan salat malam, lalu membangunkan istrinya, dan ia ikut salat bersamanya. Bila si istri enggan, ia memercikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam, lalu mengerjakan salat malam, lalu membangunkan suaminya, dan ia ikut salat. Bila si istri enggan, ia memercikkan air di wajahnya,” (HR. Abu Dawud).

Setelah menikah, insya Allah kita punya kesempatan untuk saling menemani dalam beribadah. Saat sang suami mengulang-ulang hafalan Al-Qur`an, sang istri menyimaknya. Saat sang istri membaca Al-Qur`an, sang suami mendengarkannya. Saat kita saling memberi perhatian dalam amal saleh ini, kita akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Pahala beribadah ditambah pahala membahagiakan hati pasangan kita. Sesekali, istimewakan ia. Sehabis salat sunah, datangi pasanganmu, ambil jemarinya, dan mulailah berzikir dengan jemarinya itu.

Ibadah kita insya Allah akan meningkatjika kita menikah karena Allah dan untuk meneladani sunah Rasulullah. Pahala kebaikan kita pun akan berlipat. Ilmu yang satu didapatkan dari yang lain, begitupun sebaliknya. Amal yang satu dikerjakan berkat bimbingan yang lain, begitupun sebaliknya. Apa keuntungannya? Ilmu yang diamalkan oleh orang lain akan mengalirkan pahala kepada orang yang mengajarkan, tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang yang mengamalkan!

Kalau amal baik sang istri adalah buah dari didikan sang suami, Allah akan mencatat kebaikan yang sama untuk suaminya itu. Kalau amal baik sang suami berkat ilmu yang disampaikan oleh sang istri, pahala yang sama juga akan diberikan kepada sang istri. Luar biasa, kan? Bagaimana kalau amal baik sang suami diajarkan sang istri kepada anak anaknya? Kepada saudara dan teman-temannya? Bagaimana kalau amal baik yang diajarkan sang istri disebarkan sang suami lewat website dan buku-buku yang ia tulis? Tentu saja, pahala mereka akan semakin berlipat ganda.

Saat seorang gadis berparas cantik menikah dengan seorang bujang berwajah pas-pasan, masing-masing akan mendapatkan pahala. Sang bujang mendapatkan pahala, karena ia selalu bersyukur kepada Allah setiap kali melihat wajah istrinya yang cantik. Sang istri juga akan mendapatkan pahala, karena selalu bersabar setiap melihat wajah suaminya yang… Ah, sudahlah.

Yang nggak kalah penting, saat menikah kita akan terus-terusan bersedekah. Nafkah untuk istri kita adalah sedekah. Bantuan dan pemberian untuk sang suami adalah sedekah. Kadang, kebaikan seperti ini sering dilupakan oleh sebagian pasangan.

Sandal jepit istriku

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala.

Duh.. betapa gemas dalam keadaan lapor memuncak seperti ini. Makanan yang tersedia nggak ada yang memuaskan lidah.

Sayur sop ini rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin nggak ketulungan. .. Baca selanjutnya di Buku Halawah cinta, follow your prophet, find you true love – Telada Rasul


Like it? Share with your friends!

0
fawazid

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *