0

Dulu sempat trend “kebun emas” masih berlaku di 2019?

Banyak orang yang mengenal dan menyukai emas. Emas dipandang sebagai barang yang mewah dan bisa dimiliki siapa pun. Banyak juga orang yang sengaja membeli dan menyimpan emas sebagai sarana investasi jangka panjang.

Akhir-akhir ini di internet, muncul demam “kebun emas”, yaitu beli emas dengan harga sepertiganya saja. Banyak terstimonial mengatakan strategi tersebut pasti untung. Benarkah demikian?

Setiap investasi selalu mengandung peluang dan risiko. Semakin besar peluang yang bisa didapatkan, semakin besar pula risiko yang menyertainya. Artikel ini sengaja ditulis secara independen untuk mengungkap segala kebenaran yang nyata tentang emas. Diharapkan, melalui artikel ini, pembaca memiliki dasar pengetahuan yang memadai, terutama mengenai faktor risiko sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk emas melalui strategi apa pun.

Harga emas di Indonesia memiliki kecenderungan naik dan nilainya tidak terlalu signifikan jika turun karena memang harga emas dalam dolar turun, pada saat yang sama, harga dolar terhadap rupiah cenderung menguat.

Emas merupakan logam mulia yang sangat diminati oleh banyak orang. Orang rela mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mendapatkan logam mulia yang memiliki beragam bentuk ini.

Dalam buku Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa yang diterbitkan oleh Visimedia, Liem Yoe Tjwan mengatakan bahwa orang Tionghoa sangat berminat dengan investasi emas dan hal tersebut juga diajarkan kepada putra­putrinya. Emas menjadi sesuatu yang menarik untuk dijadikan investasi karena harga komoditas emas dalam rupiah telah terbukti naik secara terus­menerus. Komoditas ini juga mengikuti alur inflasi sehingga ketika inflasi sangat tinggi, saat itulah harga emas juga melambung tinggi. Demikian juga ketika inflasi menurun, harga emas juga ikut turun.

Jika dinyatakan dalam harga rupiah, harga emas di Indonesia memiliki keunikan. Selama ini, harga emas diIndonesia memiliki kecenderungan selalu naik dan nilainya tidak terlalu signifikan jika turun. Hal itu terjadi karena ketika harga emas dalam harga dolar Amerika Serikat (AS) turun, pada saat yang sama, harga dolar AS terhadap rupiah cenderung menguat. Jadi, jika dikonversi dalam bentuk rupiah, terciptalah kestabilan harga emas di Indonesia.

Semua orang tentu mengenal emas, tetapi belum tentu mengenal beragam bentuk logam mulia ini secara jelas. Untuk itu, pada artikel ini akan mengulas bentuk-bentuk emas yang ada di pasaran. Pada akhirnya, kita akan berkonsentrasi pada salah satu bentuk emas, yaitu emas batangan. Dengan bentuk emas itulah kita akan melakukan system kebun emas.

Investasi dalam bentuk emas perhiasan

Emas perhiasan adalah emas yang dilebur dan dicampur dengan logam lain, kemudian dibentuk menjadi perhiasan seperti liontin, kalung dan lain sebagainya. Harga emas perhiasan ditentukan oleh beberapa factor antara lain warna emas, kadar emas, dan bentuk perhiasan.

Warna emas

Perhiasan emas yang dijual dipasaran terdiri dari beberapa macam warna yang merupakan hasil perpaduan dengan logam lain. Berikut ini warna-warna perhiasan emas tersebut.

1. Warna merah hasil perpaduan antara emas murni dan tembaga.

2. Warna kuning, hasil perpaduan antara emas murni dan perak murni.

3. Warna putih, hasil perpaduan antara emas murni, timah sari, nikel, dan perak murni.

4. Warna hijau, hasil perpaduan antara emas murni, perak murni, kadmiun, dan tembaga. 

5. Warna biru, hasil perpaduan antara emas murni dan besi.

6. Warna jingga, hasil perpaduan antara emas murni, perak murni, dan tembaga.

7. Warna cokelat, hasil perpaduan antara emas murni, palladium, dan perak murni.

8. Warna abu­abu, hasil perpaduan antara emas murni, tembaga, dan besi.

9. Warna ungu, hasil perpaduan antara emas murni dan alumunium.

Kadar emas

Berikut ini kadar perhiasan emas yang beredar di pasaran.

1. 24 karat artinya 24 bagian terdiri dari emas murni

2. 23 karat artinya 23 bagian terdiri dari emas murni dan 1 bagian dari logam lain

3. 22 karat, artinya 22 bagian terdiri dari emas murni dan 2 bagian terdiri dari logam lain.

4. 21 karat, artinya 21 bagian terdiri dari emas murni dan 3 bagian terdiri dari logam lain.

5. 20 karat, artinya 20 bagian terdiri dari emas murni dan 4 bagian terdiri dari logam lain.

6. 19 karat, artinya 19 bagian terdiri dari emas murni dan 5 bagian terdiri dari logam lain.

7. 18 karat, artinya 18 bagian terdiri dari emas murni dan 6 bagian terdiri dari logam lain.

8. 17 karat, artinya 17 bagian terdiri dari emas murni dan 7 bagian terdiri dari logam lain.

9. 16 karat, artinya 16 bagian terdiri dari emas murni dan 8 bagian terdiri dari logam lain.

10. 15 karat, artinya 15 bagian terdiri dari emas murni dan 9 bagian terdiri dari logam lain.

11. 14 karat, artinya 14 bagian terdiri dari emas murni dan 10 bagian terdiri dari logam lain.

12. 12 karat, artinya 12 bagian terdiri dari emas murni dan 12 bagian terdiri dari logam lain.

13. 10 karat, artinya 10 bagian terdiri dari emas murni dan 14 bagian terdiri dari logam lain.

Bentuk emas

Selain berdasarkan warna dan karat, emas perhiasan juga dinilai berdasarkan bentuk dan keunikan. Hal itu berpengaruh terhadap harga perhiasan tersebut sehingga tidak mengherankan jika kita mendapati sebuah gelang emas dengan warna dan kadar karat yang sama ditawarkan dengan harga yang jauh berbeda.

Biasanya, semakin unik sebuah bentuk perhiasan, semakin mahal harga untuk mendapatkan perhiasan tersebut. Dalam perhitungan harga emas, biasanya, biaya keunikan tersebut dikenal dengan istilah ongkos pembuatan.

Saat artikel ini dibuat, ongkos pembuatan perhiasan emas mencapai kisaran Rp120.000 per gram. Biaya pembuatan tersebut dibebankan kepada konsumen, ketika membeli, tetapi tidak diperhitungkan ketika kita menjual perhiasan yang kita miliki. Untuk menjelaskan hal tersebut, simaklah contoh perhitungan transaksi perhiasan emas berikut ini.

Kita hendak membeli perhiasan emas berupa kalung 10 gram yang terbuat dari emas 22 karat warna kuning. Harga dasar emas 22 karat saat itu adalah Rp300.000 per gram (biasanya, harga dasar sudah di­mark up sekian ribu oleh penjual untuk menutup PPN dan menambah keuntungan mereka. Harga tersebut juga merupakan harga beli kon­ sumen, sementara harga jual konsumen biasanya diambil dari harga dasar dikurangi 5%—15%).

Untuk melakukan tran­ saksi tersebut, kita harus me­ ngeluarkan dana untuk hal­ halberikut.

Harga emas 10 gram (Rp600.000/gram): Rp3.000.000.

Ongkos pembuatan (Rp120.000/gram): Rp500.000.

Jadi, total yang harus di ­ keluarkan untuk mendapat­ kan perhiasan tersebut ada­ lah sebesar +-Rp3.500.000.

Jika pada saat yang sama kita akan menjual perhiasan tersebut, kita hanya akan mendapatkan sejumlah dana yang dihitung dari harga jual konsumen, yaitu:

Harga emas 10 gr (Rp275.000/gram): Rp2.750.000

Berdasarkan data tersebut, kita ketahui bahwa pada saat menjual,ongkos pembuatan yangpernah kita keluarkan tidak diperhitungkan lagi. Jika kita bisa mendapatkan pen­ jualan senilai Rp2.750.000, nilai tersebut sudah merupakan sesuatu yang sangat baik. Harga yang lebih rendah akan kita dapatkan jika perhiasan tersebut pernah dipakai. Alasan yang biasanya dikemukakan oleh pihak toko emas adalah kadar emas tersebut sudah berkurang karena termakan gesekan dan reaksi dengan keringat.


Like it? Share with your friends!

0
fawazid

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *