0

Go Public menurut para pakar:

“The Contemporary English­Indonesian Dictionary” edisi kedua, 1986, Drs. Peter Salim mengartikan Go Public se­ bagai penawaran saham atau obligasi untuk dijual kepada umum untuk pertama kalinya.

Menurut Tandelilin, go public merupakan kegiatan yang dilakukan emiten untuk menjual sahamnya kepada ma­ syarakat, berdasarkan tata cara yang diatur oleh Undang­ Undang dan peraturan pelaksanaannya.

Secara bahasa artinya pergi ke masyarakat. Sering kita kenal dengan sebutan penawaran umum, adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan guna kekuatan dalam bentuk jumlah saham.

Kepada masyarakat luas sesuai dengan undang-undang pasar modal.

Suatu perusahaan yang ingin go public harus melalui tahapan agar tercatat oleh bursa efek indonesia.

Go public sering disebut dengan IPO. Dimana perusahaan yang sudah tercatat, akan diperdagangkan di pasar saham dan mendapat penambahan investor.

Perusahaan terbuka dan tertutup

Dalam pengenalan tentang perusahaan go public, sering kita temui istilah perusahaan terbuka dan tertutup. Apa per­ bedaannya?

Perusahaan terbuka adalah suatu Perseroan Terbatas yang sahamnya ditawarkan kepada masyarakat umum.

Artinya, siapa saja yang ingin bertransaksi dengan per­ usahaan terbuka, akan melakukan jual beli di pasar mo­dal.

Selalu mendapatkan informasi tentang perusahaan tersebut, merupakan salah satu ciri dari perusahaan ter­ buka.

Di belakang nama perusahaan terbuka, nantinya ada penambahan kata Tbk.

Perusahaan tertutup adalah suatu Perseroan Terbatas yang sahamnya hanya dipegang oleh beberapa orang atau perusa­ haan saja.

Berbeda dengan perusahaan terbuka, perusahaan tertutup tidak akan ditemukan di pasar modal, tetapi tran­ saksi jual belinya akan diserahkan kepada pemegang saham yang bersangkutan.

Sebelum membahas tentang proses perusahaan yang akan go public, kita juga harus tahu alasan suatu perusahaan ingin go public.

Berikut ini alasan kenapa perusahaan ingin Go Public

1. Ekspansi usaha

Ekspansi adalah aktivitas meningkatkan pertumbuhan ekonomi perusahaan.

Selain dengan go public, kebijakan ekspansi bisa dalam bentuk membangun cabang perusa­ haan atau membeli perusahaan lain.

2. Keadaan ekonomi

Perkembangan pasar modal indonesia mengalami peningkatan yang sangat baik.

Hal itu juga didukung dengan peran serta kebijakan pemerintah di bidang keuangan termasuk pasar modal.

Selain itu, masyarakat juga menyadari pentingnya return yang baik, sehingga berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi negara.

3. Tambahan modal

Dalam melakukan ekspansi dan menjalankan program kerja perusahaan, pihak internal juga membutuhkan dana sebagai tambahan modal.

Sehingga kebijakan yang akan dijalankan bisa sesuai target perusahaan.

4. Saran perusahaan

Banyaknya BUMD dan BUMN yang juga berpotensi un­ tuk go public, membuat masyarakat ingin untuk memi­ likinya. Alasan kuatnya tentu saja, BUMN dan BUMD tetap berada di bawah pengawasan Pemerintah.

5. Keadaan pasar modal yang terus tumbuh

Jika kita melihat Indeks Harga Saham Gabungan dalam beberapa tahun terakhir, selalu mengalami kenaikan. Di akhir 2016, IHSG sampai di angka 5.296 poin.


Like it? Share with your friends!

0
fawazid

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *